Suasana Haru Sambut Para Korban
Tim Liputan 6 SCTV Liputan6.com, Garut: Suasana haru mewarnai kedatangan dan pemakaman jenazah para korban kecelakaan bus Karunia Bhakti di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2). Di Kampung Cibuntu Lebak, Kecamatan Sukawening, Garut, dua putra almarhum Piat menjerit histeris saat menyaksikan jasad ayahnya.Sementara, Ninar, isteri korban, sempat pingsan. Ia tidak kuasa menyaksikan kedua putranya menangis histeris. Isteri bersama tiga anaknya tidak menyangka, kepergian Piat ke Jakarta untuk mencari nafkah sebagai tukang sol sepatu berakhir tragis. Setelah dimandikan dan disalatkan, jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman keluarga.
Sementara itu, jenazah Dedah dibawa ke rumah duka di Desa Salam Nunggal, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Kedatangan jenazah yang diangkut mobil pick up itu juga disambut tangis histeris pihak keluarga.
Kakak dan suami korban tak terima dengan kenyataan. Psalnya, wajah Dedah nyaris tak bisa dikenali. Sejumlah anggota keluarganya jatuh pingsan, karena tak kuasa menahan duka.
Suasana isak tangis juga terjadi di rumah almarhum Hasan Ansori di Cisarua, Bogor. Isteri korban yang sedang hamil tak kuasa menahan tangis, saat jenazah suaminya hendak dimakamkan.
Sebelum ajal menjemput, Hasan hendak ke Jakarta untuk bekerja sebagai supir pernikahan. Namun, ternyata nasib berkata lain.
Di Jakarta, kediaman keluarga Lily Tita di kawasan Cileduk, Jakarta, juga diwarnai suasana duka. Lily menjadi korban bus Karunia Bakti, saat ia makan bakso bersama beberapa teman sekantornya, karyawan Arsip Nasional. Semua temannya selamat.
Lily meninggalkan seorang suami dan seorang anak. Ia akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.(SHA)
http://berita.liputan6.com/read/376887/suasana-haru-sambut-para-korban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar